Senin, 13 Desember 2010

reproduksi

Reproduksi


1. Pengertian ringkasan dan ikhtisar

Ringkasan (precis) adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat. Karena suatu ringkasan bertolak dari penyajian suatu karya asli secara singkat. Maka ia merupakan suatu ketrampilan untuk mengadakan reproduksi dari hasil-hasil karya yang sudah ada. Kata precis yang dipakai untuk pengertian ini sebenarnya berarti ‘memotong’ atau ‘memangkas’.

Ringkasan hendaknya dibedakan pula dari istilah lain yang pertainnya tumpang-tindih yaitu ikhtisar, yang juga merupakan suatu bentuk penyajian yang singkat dari suatu karangan asli. Walaupun dalam kenyataannya kedua istilah itu sering dicampur-adukkan, namun secara teknis lebih baik kalau kedua istilah itu dibedakan maknanya. Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli tetapi dengan tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandangan pengarang asli, sedangkan ikhtisar tidak perlu mempertahankan urutan karangan asli, tidak perlu memberikan isi dari seluruh karangan itu secara proporsional.

2. Tujuan membuat ringkasan

Latihan membuat ringkasan atas sebuah artikel atau sebuah karya adalah suatu cara yang sangat berguna untuk mengembangkan ekspresi serta penghematan kata. Latihan-latihan yang intensif akan mengembangkan daya kreasi dan kkonsentrasi, serta mempertajam kemungkinan pemahaman karya asli secara mesra, sehingga karya ringkasan itu nampaknya seolah-olah hasil pematangan dalam diri penulis ringkasan itu.

Tujuan ringkasan adalah memahami dan mengetahui isi sebuah buku atau karangan, maka latihan-latihan untuk maksud tersebut akan membimbing dan menuntun seseorang agar dapat membaca karangan asli dengan cermat, dan bagaimana harus menulisnya kembali dangen tepat.


3. Cara membuat ringkasan

Beberapa pegangan yang yang dipergunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur, adalah sebagai berikut :

1) Membaca naskah asli : penulis ringkasan harus membaca naskah asli seluruhnya beberapa kali untuk mengetahui kesan umum dan maksud pengarang, serta sudut pandangannya.

2) Mencatat gagasan utama : semua gagasan utama atau gagasan yang penting dicatat atau digaris bawahi.

3) Membuat reproduksi : sebagai langkah ketiga penulis ringkasan menyusun kembali suatu karangan singkat (ringkasan) berdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana yang dicatat dalam langkah kedua di atas.

4) Ketentuan tambahan : di samping ketiga langkah di atas masih ada beberapa ketentuan tambahan yang perlu diperhatikan pada waktu menyusun ringkasan (langkah ketiga).


3.1 Membaca naskah asli

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh penulis ringkasan adalah membaca naskah asli satu atau dua kali, kalau perlu diulang hingga beberapa kali, untuk mengatahui kesan umum tentang karangan itu secara menyeluruh.


3.2 Mencatat gagasan utama

Tindakan dan langkah yang harus dikerjakan adalah membaca kembali karangan itu bagian demi bagian, alinea demi alinea sambil mencatat semua gagasan yang penting dalam bagian atau alinea itu. Pencatatan itu dilakukan untuk dua tujuan, pertama, untuk tujuan pengamanan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu penting atau tidak; kedua, catatan ini juga akan menjadi dasar bagi pengolahan seikatan teks asli, penulis mulai menulis kembali untuk menyusun sebuah ringkasan dengan memepergunakan pokok-pokok yang telah dicatat itu.


3.3 Mengadakan reproduksi

Yang harus diperhatikan adalah bahwa dengan catatan tadi, ia harus menyusun kalimat-kalimat baru, merangkaikan semua gagasan tadi ke dalam suatu wacana yang jelas dan dapat diterima akal sehat, dan sekaligus menggambarkan kembali isi dari karangan aslinya. Kalimat pengarang asli hanya boleh digunakan bila kalimat itu dianggap penting karena merupan kaidah, kesimpulan atau perumusan yang padat.


3.4 ketentuan tambahan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik.

a. Sebaiknya dalam menyusun ringkasan dipergunakan kalimat tunggal daripada kalimat majemuk. Kalimat majemuk menunjukan bahwa ada dua gagasan atau lebih yang bersifat parallel. Bila ada kalimat majemuk telitilah kembali apakah tidak mungkin dijadikan kalimat tunggal.

b. Bila mungkin ringkasanlah menjadi frasa, frasa menjadi kata. Begitu pula rangkaian gagasan yang panjang hendaknya diganti dengan suatu gagasan sentral saja.

c. Jumlah alinea tergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan. Alinea yang mengandung ilustrasi, contoh, deskripsi, dsb.

d. Bila mungkin semua keterangan atau kata sifat dibuang; kadang-kadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang bersirat dalam rangkaian keterangan atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.

e. Pertahankan susunan gagasan asli, serta ringkaskanlah gagasan-gagasan itu dalam urutan seperti urutan naskah asli. Urutan topik sebagaimana dicatat dari kalangan asli itulah yang harus dirumuskan kembali dalam kalimat penulis ringkasan.

f. Untuk membedakan ringkasan atas sebuah tulisan biasa (bahasa tak langsung) dan sebuah pidato atau ceramah (bahasa langsung) yang mempergunakan sudut pandangan orang pertama tunggal atau jamak, maka ringkasan pidato atau ceramah itu harus ditulis dengan sudut pandangan orang ketiga.

g. Biasanya untuk suatu ringkasan ditentukan pula panjang ringkasan finalnya.


Resensi


1. Pengertian resensi

Suatu jenis tulisan lain yang mempunyai titik singgung dengan ringkasan dan ikhtisar adalah resensi. Resensi adalah suatu tulisan atau usulan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

Dalam arti lebih luas, resensi itu dibuat juga untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan terhadap karya-karya seni lainnya, seperti drama, film, sebuah pementasan, dan sebagainya.


2. Dasar resensi

Untuk memberi pertimbangan atau penilaian secara objektif atas sebuah hasil karya atau buku, penulis harus memperhatikan dua faktor, yaitu : pertama, penulis resensi harus memahami sepenuhnya tujuan dari pengarang aslinya, dan kedua ia harus menyadari sepenuhnya apa maksudnya membuat resensi itu.

Singkatanya penulis resensi harus benar-benar memperhatikan kewajiban mana yang harus dipenuhinya dalam membuat resensi itu, yaitu : kewajibannya terhadap para pembaca, dan bagaimana penilaiannya atas buku itu.


3. Sasaran-sasaran resensi

Pokok-pokok yang dapat dijadikan sasaran penilaian sebuah buku atau karya adalah :

· Latar belakang

Penyajian tema secara singkat itu dapat dilengkapi dengan deskripsi mengenai isi buku itu. Penulis dapat menyampaikan ringkasan atau ikhtisar buku itu, sehingga para pembaca yang belum tahu, dapat memperoleh gambaran mengenai isi buku itu. Deskripsi mengenai buku itu bukan hanya menyangkut isinya, tetapi juga dapat menyangkut badan mana yang telah menerbitkan buku itu kapan dan di mana diterbitkan, berapa tebalnya (jumlah bab dan halaman) dan kalau perlu formatnya. Penulis resensi dapat pula memperkenalkan pengarangnya : namanya, ketenaran yang diperolehnya, buku atau karya mana yang telah ditulisnya, atau mengapa ia sampai menulis buku itu.


· Macam atau jenis buku

Perbedaan-perbedaan antara berbagai macam pembaca sebagai diketengahkan di atas, namun masih terdapat suatu persamaan umum pada mereka yaitu : mereka semua ingin mengetahui sesuatu bila ada sebuah buku baru diterbitkan. Mereka ingin mengetahui : buku itu macam apa? Penulis resensi yang mengabaikan pernyataan ini sengaja atau tidak sudah gagal dalam melaksanakan tugasnya.

Dengan kata lain, ia harus mengadakan klasifikasi mengenai buku itu. Dengan memasukkannya ke dalam kelas buku tertentu maka denga mudah ia dapat menunjukkan persamaan dan perbedaan dengan buku-buku lain yang termasuk dalam kelompok yang sama.


· Keunggulan buku

Buku-buku yang non fiktif sangat berbeda satu sama lain, dan itulah yang menyebabkan perbedaan nilai dan keunggulan yang dimilikinya. Mengenai keunggulan buku, penulis resensi pertama-tama mempersoalkan organisasinya. Yang dimaksud dengan organisasi adalah kerangka buku itu. Hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain. Penilaian mengenai organisasi ini dapat kita bandingkan dengan bagaimana kita menilai sebuah hutan. Untuk menilai hutan kita pertama-tama harus melihat dari jauh, bagaimana pemandangan keseluruhannya, apa daya tariknya dari jauh.

· Nilai buku

Mengeritik berarti memberi pertimbangan, menilai dan menunjukkan kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan buku itu secara penuh tanggung jawab. Tugas pokok penulis resensi adalah memberi sugesti kepada para pembaca apakah sebuah buku patut dibaca atau tidak. Sebagai seorang penulis resensi, pengarang harus tetap mengingat tujuannya, mengemukakan pendapat-pendapatnya dengan jelas, secara khusus dan selektif.

· Penerapan

Dengan tidak mengabaikan kemungkinan variasi membuat resensi atas sebuah buku atau hasil karya seni lainnya. (Eyang Ageng Sastranegara)


Nama : Farida Setyawati Lestari

NPM : 17109262

Kelas : 5KA22

Jurusan : Sistem Informasi

0 komentar:

Posting Komentar